Bahaya Pemanis Buatan Pada Jajanan Anak


Anak -anak pasti suka dengan minuman dalam kemasan yang berwarna – warni, karena rasanya manis dan menghilangkan haus seketika. Begitu juga dengan kembang gula aneka rasa, bentuknya menarik dan menjadi jajanan idola bagi anak – anak. Lalu pertanyaanya, aman dan sehatkah makanan dan minuman itu?

Mengandung Pemanis Buatan

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mendengar hasil penelitian beberapa waktu lalu dari lembaga konsumen jakarta (LKJ) bahwa 9 jenis makanan dari 48 jenis makanan khususnya makanan anak – anak ; menggunakan pemanis buatan yang efek negatifnya dapat mempengaruhi syaraf otak dan penyakit ganas seperti kanker. Uji laboratorium dari 9 jenis makanan tersebut terdapat kandungan aspartame, sakarin, dan siklamat. Di negara Eropa penggunaan bahan – bahan tersebut sudah lama dilarang. Memang mengerikan sekali jika bahan yang membahayakan tubuh tersebut itu ternyata ada di makanan anak seusia balita!

Macam – Macam Pemanis Buatan

Sesuai dengan keputusan Badan POM tahun 2004 pasal 22, pemanis buatan digunakan untuk makanan rendah kalori dan makanan tanpa penambahan gula. Selain itu, pemanis buatan ini sebenarnya hanya untuk penderita Diabetes Mellitus. Dan jenis dari pemanis buatan itu sendiri antara lain;

  • Siklamat, sudah lama diteliti tidak dianjurkan untuk anak,kerap dicampur dengan pemanis lain. Citarasanya, menyenangkan, karena bisa menutupi rasa pahit dan mempertajam rasa dari campuran. Di Amerika sudah lama dilarang karena secara signifikan meningkatkan kejadian tumor buli – buli setelah penggunaan siklamat dan sakarin sebanyak 2500mg /kg/hari.
  • Sakarin; (sweet and low) sudah dikenal 100 tahun lalu, namun masih diselidiki apakah mengandung zat Karsinogenik. manisnya 700 kali gula
  • Aspartame; Nutrasweet,Equal) mengandung berbagai toksin yang meyebabkan gejala sakit kepala, alergi, dan gejala penyakit autoimun (autoimmune disease) serta menyebabkan penumpukan formaldehide ang merusak syaraf otak
  • Sucralose; Klorinasi gula(sucrose), sudah bayak ditemukan efek samping seperti timbul rasa cemas, serangan panik, sakit kepala, gelisah, alergi dan diare.
  • Xylitol; biasanya akan terasa dingin jika mencair dalam mulut, sering dipakai pada permen , tablet hisap
  • Sorbitol; sudah dipakai selama 50 tahun terakhir. Sebagai pemanis , rasanya lembut, memberi efek dingin pada mulut.

Tingkatkan resiko Obesitas

Meskipun mengandung rendah kalori, pemanis buatan meningkatkan nafsu anak untuk mengkonsumsi makanan yang rasanya manis. Itu bisa terjadi karena tingginya proses metabolisme dalam tubuh.  Jadi anak akan mencari makanan manis lain dan meningkatkan asupan kalori mereka sehingga, bisa terjadi kelebihan berat badan. Selain Obesitas pengaruh pemanis buatan ini bila sering dikonsumsi adalah:

  1. Karies gigi
  2. Diabetes Mellitus
  3. Panyakit kardiovaskuler,asteroklerosis
  4. Behavioral disturbance(sakit kepala, ganguan belajar, emosi dan mental)

Bagaimana Cara menghindarinya

Biasakan sikecil mengkonsumsi makanan sehat, yaitu makanan dengan gizi seimbang , perbanyak makanan utama, buah dan susu, kurangi kebiasaan jajan anak yang mungkin mengandung zat pemanis buatan, Sebaiknya teliti dulu zat – zat makanan yang didalamnya sebelum membeli makanan dalam kemasan, beri pengertian anak sedikit demi sedikit tentang bahaya jajan sembarangan, Para orang tua terutama ibu juga bisa belajar membuat jajanan sehat sendiri dirumah untuk anak – anak

About these ads
Comments
9 Responses to “Bahaya Pemanis Buatan Pada Jajanan Anak”
  1. roman mengatakan:

    maaf jadi sebaiknya kita menggunakan pemanis apa yang relatif tidak berbahaya?…………………….

    • Susant mengatakan:

      kalau cara terbaik pasti memakai gula asli. tapi dengan batasan secukupnya, karena meski makanan atau minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan apapun yang mungkin dosisnya masih ditoleransi tubuh, tapi tetap harus dikurangi juga kalu bisa dihindari

  2. Bernardine Anita mengatakan:

    aduh bahaya sekali ya pemanis buatan.. berarti kita harus mengurangi konsumsi permen anak-anak, demi kesehatan mereka juga…
    terima kasih infonya..

  3. rahma irawan mengatakan:

    waspada buat ibu2..kontrol makanan si kwcil,klo bs buat sendiri jajanan untuk anak biar ttp sehat dan aktif..

  4. @ndi_assir mengatakan:

    Wau,,,
    ternyata pemanis buatan banyak macam yah dan berbahaya,,!!
    Terus pemanis apa yg tdk berbahaya??

  5. iskandar mengatakan:

    kalau buat penjual ce bisa dpt pnghasilan lbh bila di campur dg pemanis buatan tp kasihan anak2 selaku konsumen jajanan manis… kalu di amrik ma negara2 lain knapa indonesia tak melarang adanya pmanis buatan demi kesehatan anak2????

  6. Whinda mengatakan:

    Saya setuju, saya sering berpikir, jika para peneliti sudah tau, tapi mengapa mereka tetap memproduksinya? Saya tau, jika itu membuat para produsen untung yang cukup besar, tapi apakah mereka tak melihat dampaknya ke depan? Jika generasi sekarang terlalu banyak mengkonsumsinya, apakah bisa, generasi memperbaiki negeri ini, padahal efek sampingnya tadi disebutkan bahwa dapat mengganggu konsentrasi dalam belajar?

  7. Wi Pur mengatakan:

    Kampanye jajanan sehat memang harus terus digaungkan. Kita bisa mulai dari diri kita dan keluarga kita. Untuk para pengusaha kuliner, mari kita produksi makanan-makanan yang sehat tanpa pengawet dan pemanis buatan untuk masa depan generasi penerus kita yang lebih baik.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan terbaru melalui email anda.

    Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya.

  • Increase Page Rank
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: