Kekurangan aktivitas Fisik, Bisa Menjadi Penyebab Kematian!


Dulu saat saya masih duduk dibangku sekolah menengah, jarang untuk memikirkan olahraga meskipun ringan secara rutin dan teratur. Namun setelahnya saat kuliah dan bekerja yang membuat serba sibuk dan penuh dengan tekanan, baru saya merasakan kurangnya  keaktifan fisik saya seperti berolahraga. Pikiran dan tenaga yang selalu diforsir untuk tugas dan pekerjaan sering mendatangkan masalah khususnya masalah kesehatan. Jika ada waktu luangpun akan lebih saya gunakan untuk bersantai,di depan televisi atau tidur sesering mungkin. Dan sebenarnya Gaya hidup tidak aktif saya ini dalam jangka panjang bisa mendatangnya penyakit kronis bahkan kematian!. Hal tersebut seperti beberapa riset dan penjelasan berikut ini;

Ketidakaktifan fisik merupakan istilah untuk mengidentifikasi orang-orang dengan tingkat kegiatan fisik teratur yang rendah, atau tidak ada sama sekali. Akibatnya pembakaran energinya tidak lebih dari 1,5 kali pembakaran energi saat beristirahat. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2007, saat ini 48,2 persen masyarakat berusia lebih dari 10 tahun kekurangan aktivitas fisik. Di dunia, menurut WHO 60-80 persen populasi dewasa tidak aktif secara fisik. Ketidakaktifan fisik ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kegemukan atau obesitas. Di dunia, obesitas menempati urutan keempat penyebab utama kematian atau menyumbang 30 persen dari angka kematian dunia.

Urip Nuratno, fitness training manager dari Fitness First Indonesia menjelaskan “Dari 24 jam waktu kita sehari, sebagian besar dialokasikan untuk tidak aktif. Porsi terbanyak tidur, lalu seharian duduk bekerja di depan komputer. Perjalanan pulang ke rumah juga banyak duduk, di rumah ditambah lagi dengan menonton televisi dan main video game di akhir pekan,”. Padahal, untuk menjaga kebugaran tubuh, WHO merekomendasikan agar kita berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Olahraga yang dimaksud adalah aktivitas fisik yang teratur.

Penelitian yang dilansir dalam British Journal of Sport Medicine tahun 2010 menyebutkan orang yang duduk atau tidak aktif secara fisik dalam waktu panjang memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi. Kegemukan akibat kurang bergerak ini juga akan menyebabkan kematian dini.

Sedangkan menurut Dave Nuku, regional fitness manager Fitness First Asia, untuk melawan kemalasan olahraga, sebaiknya kita memilih olahraga yang menyenangkan dan membuat lebih fun. karena Berolahraga dalam kelompok dengan teman-teman yang suportif bisa membuat kita lebih bersemangat. Juga Untuk mereka yang ingin mencegah dan melawan kegemukan, olahraga selama 30 menit saja kurang efektif untuk membakar kalori. Anda bisa lakukan variasi latihan dengan variasi intensitas dan durasi sehingga pembakaran kalori lebih besar.
sumber; health.kompas.com

Comments
28 Responses to “Kekurangan aktivitas Fisik, Bisa Menjadi Penyebab Kematian!”
  1. gelangkalungwanita mengatakan:

    Waduh, musti sering2 olahraga nih..
    Udh lama ga olah raga gw..:)
    Thanx infonya..

  2. cynthia mengatakan:

    salah satu mencegah anak tdk jadi obesitas adalah berolahraga ya….

    • Hilda mengatakan:

      gak cuma olahraga sih mba…makanannya juga mesti dijaga. kurangi makan manis dan porsinya disesuaikan sama umurnya.
      susu juga bisa membuat gemuk kalau terlalu manis, biasanya itu akibat kebanyakan gula tambahan c.

  3. sarah mengatakan:

    selain olahraga juga kurangi makan yang manis manis deh apalagi anak anak yg suka minum susu hrs dijaga jgn sampai susunya ada gula tambahannya

  4. susan mengatakan:

    amakku doyan banget susu aku mau ganti aja yg terlalu manis tp ada ga sie ? duh jd bingung

  5. milla mengatakan:

    kegemukan gara” kurang bergerak plus makannya ga bergizi dan manis” klo untuk anak kecil mendingan biasain olahraga trs makan sayur dan buah n jgn lupa banyakin air putih

    • Love Nyca mengatakan:

      setuju mba…memang cara nya seperti itu yah.
      makan manis gpp asal jgn berlebih…secukupnya ajah
      lagipula menurut WHO, anak balita itu cuma bth gula 5-8 sdt perhari

  6. agni mengatakan:

    keluargaku keturunan yg besar” jadi aku takut anakku kegemukan makanya dr kecil uda aku kasi susu yg ga manis dan makan sayur dan buah deh……

  7. esti mengatakan:

    takut banget sama yg namanya kegemukan alias obesitas….makanya skrg aku usahain hidup seimbang dan teratur olahraga…..untuk anakku juga dan aku batasin yg namanya ngemil apalagi yg manis”….susunya aj aku ganti yg ga manis (no added sugar)

  8. rennie mengatakan:

    klo beres2 rumah kayak nyapu, ngepel dll tuh termasuk aktifitas fisik ga yah, heheh…abis sejak punya anak uda ga pernah olahraga lagi, suka ngemil juga klo nonton, alhasil body makin mengembang deh, hiks….

  9. yuanita mengatakan:

    Jd ingat acara di tv yg suka aku tonton, the biggest losser, itu kan juga orang yg pada nyesel sampe obesitas, bahkan ada yg sudah menderita diabetes dan sakit jantung, sejak ikut tuh acara mereka jd sehat, bahkan tu yg sakit diabetes da lepas dr suntikan.
    Emang bahaya bgt yah klo sampe obesitas, penyakit juga dengan gampangnya masuk…

  10. clara mengatakan:

    aku juga neh, sejak lulus sma uda ga pernah yg namanya olahraga lg. Susah bgt rasanya mau memulai hidup sehat tuh, tau sih tau klo olahraga tuh baik, tp setiap mau melangkah,,,uurrgg berat bgt, mau bgn lebih pagi males, pul kerja da capek, weekend enakan jj ma teman, fiuuh…

  11. regina mengatakan:

    abis melahirkan juga aku da jarang senam, badan jdnya gampang sakit2an. Mau rutinin senam lagi ah, biar sehat, selain jaga makan juga harus berolahraga….Hidup olahraga!!!

  12. Cinta mengatakan:

    memang bener ya ternyata kata orang2, kalau kita jarang bergerak akan ada penumpukan lemak yang akhirnya akan menyebabkan obesitas / kegemukan itu. jadi selain harus memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh kita juga harus memperhatikan keluarnya tenaga itu sendiri.

  13. Christina Wijaya mengatakan:

    Ternyata selain konsumsi gula tambahan terlalu berlebih bisa juga karena kurangnya aktifitas ya? harus hati2 lagi melihat si kecil jangan sampai dia tumbuh menjadi anak yang obesitas. asupan gizinya juga harus diperhatikan dan dibandingkan dengan aktifitasnya ya.

  14. sheila mengatakan:

    Dalam hidup ini kita banyak bgt konsumsi gula tambahan, jd yah harus kita sertai dengan olahraga klo ga mau sampe obesitas

  15. Chika mengatakan:

    iya serem bgt sama gula tambahan, dari minuman dan makanan sehari2. jadi takut kasih anak jajan di luaran, bahaya bgt. olah raga juga penting jangan sampai ada penumpukan lemak.

  16. Chacha mengatakan:

    olah raga itu ternyata penting juga ya dalam hidup ini. jangan sampai ada penumpukan didalam tubuh kita. kadang yang seperti itu bisa menyebabkan banyak hal, obesitas lah, serangan jantung lah, diabetes lah. mesti pinter2 jaman sekarang ini.

  17. linda tsuji mengatakan:

    iya dengan olah raga selain memang menyehatkan kan bisa juga membakar kalori berlebih dalam tubuh kita..

  18. miranthy mengatakan:

    dengan membiasakan anak berolah raga kan namanya kita membiasakan anak untuk belajar hidup sehat juga yah..jadi anak pun terbiasa untuk belajar hidup sehat,..tinggal mengatur pola makannya dan perhatiin susunya juga ya, soalnya dari susu juga bisa memacu anak jadi obesitas.

    • dian mengatakan:

      iya bunda..susu anak juga ternyata bisa memicu obesitas ya karena banyak yang kadar gulanya tinggi..
      untungnya sekarang udah ada susu yang gak ada gula tambahannya..jadi bisa mengurangi asupan gula tambahannya agar gak berlebih dari yg dibutuhkan..

  19. sitti nabilla mengatakan:

    keluargaku ada turunan diabetes dan anakku itu badannya besar sekali lebih besar dari teman2nya.. tapi dy males sekali sama yang namanya olah raga maunya duduk aja sambil makan..duhh gimana ya cara mengatasinya?? aku juga udah mengatur pola makannya dengan baik dan benar, dan mengganti susunya dengan yang no added sugar tp perasaan tetep aja deh badannya makin lama makin besar.

  20. anissa zhafira mengatakan:

    walah bunda @sitti nabilla agak repot juga yah, anaknya umur berapa memangnya?? coba deh ajak berolah raga rame2 mungkin bareng sama bundanya, ayahnya atau mungkin kakak2nya.. dan kita ga usah menyebut kata olah raga kalau memang anaknya anti sama olah raga. bilang aja jogging sore atau lari2 sore gitu, mungkin dya akan lebih tertarik.. atau bisa juga dengan bersepeda.. yang penting upayakan anak untuk berolah raga paling tidak 2 – 3 kali dalam seminggu..dan kalau sudah merasa mengatur pola makan dengan baik dan benar dan juga sudah mengganti susunya, coba deh kurangi porsi makannya atau cemilannya apalagi yang manis2 yah..bisa kan diganti dengan buah2an..selamat mencoba.

  21. rahayu mengatakan:

    memang agak susah untuk mulai membiasakan diri bergerak/olahraga jika sudah terlalu lama terbiasa dengan aktivitas yang tidak membutuhkan banyak gerak..
    tapi demi kesehatan kita harus bisa memaksa tubuh kita untuk olahraga minimal 3x seminggu..

  22. yuning mengatakan:

    yang paling utama itu harus menjaga agar tidak sampai obesitas dulu..dengan menjaga pola makan yg sehat..dan sebaiknya dimulai sejak anak masih berusia dini..
    jaga jumlah gula yang dikonsumsi anak dan biasakan anak makan sayur dan buah yg berserat..

  23. amarilis mengatakan:

    saya biasanya ngajak anak berenang minimal seminggu 2x..hal ini udah berlangsung dari anak umur 1th..dan juga saya beri susunya yg tanpa gula tambahan karena menurut saya,jumlah konsumsi gula dari makanan/minuman lain itu sudah cukup jadi kayaknya nggak perlu deh di susunya pake yg ada gulanya lagi..
    hasilnya anakku jarang sakit dan selalu aktif..

  24. puspa mengatakan:

    sebenarnya olahraga itu gak harus keluar rumah..permainan anak2 aja sekarang ada yg sudah bisa dipakai olahraga.. contohnya dance di playstation, atau games tenis di wii..
    jadi anak bisa lebih fun saat melakukan olahraga..
    tapi yg harus diperhatikan juga asupan makan/minum nya..jangan sampai yg dimakan anak itu yg kadar gulanya tinggi..
    kalau anak masih minum susu,beri anak susu yg tanpa gula tambahan seperti anmum essential..pasti resiko obesitas di anak menurun..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan terbaru melalui email anda.

    Bergabunglah dengan 10 pengikut lainnya.

  • Increase Page Rank
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.